lalangit

Posts Tagged ‘bank syariah’

Kondisi Awal: Jurus Jitu Bebas Biaya Bulanan

In Gratis, Rentangan on 28 Juli 2010 at 4:22 pm

Pada tulisan Intro: Jurus Jitu Bebas Biaya Bulanan, penulis mengungkapkan alasan mengapa perlu jurus jitu untuk menyiasati agar rekening bank bebas biaya bulanan. Nah dalam tulisan kali ini, penulis ingin berbagi tentang kondisi awal atau asumsi yang harus terpenuhi agar rekening bank kita bebas biaya bulanan.

Pertama, kita harus yakin betul bahwa bilamana saldo dalam rekening bank tersebut senilai Rp 0,00 alias kosong, rekening tersebut tidak akan langsung ditutup, meski kondisi saldo Rp 0,00 tersebut terjadi hanya dalam 1 hari. Hal ini penting, sebab kalau tidak kita bisa kehilangan nomor rekening bank kita, apalagi kalau nomor rekening bank kita bernomor cantik, tentunya kita akan menyesal bukan. Berdasarkan pengalaman penulis, ada bank yang memperbolehkan kondisi saldo Rp 0,00 dalam 1 hari, hari berikutnya harus terisi kembali saldonya sesuai ketentuan bank. Bagaimana dengan syarat bank yang mensyaratkan saldo minimum dan perihal penutupan otomatis? Nah, untuk syarat dan hal-hal semacam ini perlu ditanyakan lebih lanjut kepada customer service bank bersangkutan.

Kedua, Baca entri selengkapnya »

Iklan

Intro: Jurus Jitu Bebas Biaya Bulanan

In Gratis, Rentangan on 23 Juli 2010 at 4:15 pm

Penulis beberapa waktu lalu sempat membaca tulisan di blog yang membahas biaya bulanan yang dikenakan pihak bank ke rekening tabungan milik kita. Betapa biaya bulanan yang dikenakan makin hari makin besar saja nominalnya. Kalau rekening tersebut dipergunakan sebagai media transaksi bisnis, hal ini bisa dimaklumi. Namun jika peruntukannya untuk yang lain (tabungan misalnya), penulis pikir salah tempat jika kita menempatkan dana di rekening bank.

Paradigma memang telah bergeser. Semula rekening bank yang di tahun 80an didedikasikan untuk saving, sekarang berubah fungsi menjadi media bertransaksi dengan beragam fasilitas elektroniknya: ATM, mobile banking, sms banking, phone banking, dan semacamnya. Dulu, ada program Tabanas (Tabungan Nasional) dari pemerintah, sekarang pun ada program TabunganKu dari Bank Indonesia. Intinya sama, mengajak masyarakat meningkatkan nilai tabungannya di bank dengan produk rekening yang tepat.

Hanya saja setelah penulis teliti, Baca entri selengkapnya »

Salah Transfer, Instant Refund Saja

In Kompetisi, Masa on 23 Juli 2010 at 3:00 pm

Kejadian ini tepatnya terjadi di akhir tahun 2009. Salah transfer! Ya, waktu itu istri penulis salah transfer ke rekening orang lain via mobile banking. Inginnya mau transfer dana ke rekening rekan bisnis. Tidak tahunya, akibat salah pencet angka dan agak mengabaikan pesan konfirmasi selanjutnya, jadilah dana berpindah ke “rekening yang tidak diinginkan”. Hikmahnya, harus teliti memang kalau mau transfer lewat mobile banking, sebab rasanya seperti “mencet-mencet” layaknya sms-an saja.

Baca entri selengkapnya »

Makin Getol dengan Mobile Banking

In Kompetisi, Masa on 19 April 2010 at 4:54 pm

Era sekarang ini, yang penting syariah saja dirasa belum mencukupi untuk menunjang aktivitas bisnis. Syariah merupakan pokok, tapi apakah hal pokok bisa berdiri kokoh tanpa penguat-penguat yang lain? Saya pikir hal pokok pun perlu dikuatkan dengan kesempurnaan-kesempurnaan hal-hal yang mendukung.

Sebagai contoh pengalaman pribadi sekarang. Saya dan istri bersama rekan mengelola rumah produksi kerudung/jilbab instant formal. Rekan sebagai kepala produksi, kami berdua berperan sebagai marketer dan pengelola keuangan. Setiap saat, produksi tentu membutuhkan pembelanjaan-pembelanjaan bahan. Sementara, tempat rekan kami berproduksi cukup jauh. Alhasil untuk uang pembelanjaan harus dikirim melalui transfer.

ATM memang sudah banyak, Baca entri selengkapnya »

Facebook Sebagai Media CIF Perbankan Syariah, Berani?

In Kompetisi, Rentangan on 2 Agustus 2009 at 3:10 pm

Pakemnya, masing-masing bank mengelola data customer information file (CIF) di infrastruktur miliknya sendiri. Bank – bank syariah juga – mengelola data tersebut untuk kebutuhannya sendiri, kecuali ada peraturan yang mengharuskan institusi bank harus saling sharing macam DH (Daftar Hitam) nasabah.  Daftar tersebut memuat nasabah-nasabah pembiayaan yang melakukan tindakan buruk terhadap pembiayaan yang diterimanya. Selain data itu, bank praktis mengolah data CIF untuk keperluan ekspansinya masing-masing.

CIF dapat ditelaah dari dua sisi: sisi koleksi dan sisi olah data. Sisi Koleksi CIF mencakup tindakan ekspansi untuk menjaring nasabah baru lewat program-program yang dijalankan oleh bank, tergantung jenis nasabah yang ingin dituju. Nasabah pembiayaan biasanya didekati oleh petugas bank bagian marketing dengan menjalankan program pemasaran umum atau lewat koneksi pribadi, sedangkan nasabah peyimpan dana lebih sering ditawari dengan promo-promo berupa bonus atau program menarik lainnya. Keduanya dilakukan secara offline, maksudnya didekati di dunia riil secara langsung. Sisi olah data CIF berkaitan dengan kapasitas dan kemampuan minning data CIF. Data yang semakin membesar membutuhkan infrastruktur yang semakin mahal juga, sebagai sarana penyimpan dan minning data. Untuk bank-bank besar dengan modal kuat hal ini bukan masalah, akan menjadi beda bila bank memiliki anggaran yang terbatas. Padahal untuk menyusun program-program ekspansi, bank membutuhkan landasan hasil olah data CIF salah satunya. Adakah cara breaktrough yang dapat dipakai supaya ekspansi tetap ‘berdengung’ dengan landasan data yang mantap, namun infrastruktur CIF yang minimalis?

Baca entri selengkapnya »

Single Branch Bank Syariah, Wow Dahsyat!!!

In Kompetisi, Rentangan on 29 Juli 2009 at 4:05 pm

Umumnya, dunia perbankan – termasuk perbankan syariah – beroperasi dengan mendirikan satu kantor pusat operasi dan beberapa kantor perwakilan di daerah macam kantor cabang, kantor cabang pembantu, serta unit kerja yang lain. Kalau dihitung-hitung, investasi yang harus ditanamkan untuk unit-unit operasi pastilah membutuhkan dana yang besar. Mulai dari investasi gedung, rekrutmen profesional dan human resource, pengadaan alat-alat kantor, kendaraan dan investasi-investasi lain yang berkorelasi dengan kapasitas unit operasi tersebut. Bisa dibayangkan jatuh hitung-hitungannya akan sangat mahal dan rumit untuk menyusun strategi ekspansi operasi bank. Padahal pemikiran linier umum yang mendasarinya ialah makin banyak pusat-pusat operasi bank di berbagai daerah, makin luas jangkauan dan ragam pelayanan perbankan kepada masyarakat.

Bagaimana caranya kalau ingin mewujudkan bank syariah retail yang butuh satu saja kantor operasi, melayani untuk semua ragam pelayanan bank retail dengan jangkauan ke masyarakat tetap luas? Ide yang menggelitik. Mungkin tidak ya? Jawaban saya: sangat mungkin, tinggal tunggu beberapa tahun lagi bentuk bank seperti ini sebentar lagi akan terwujud, insya Allah. Lho, kok optimis amat? Begini pemikirannya. Baca entri selengkapnya »

Budaya Kartu, Perbankan Syariah, dan Ekonomi Nasional

In Kompetisi, Rentangan on 27 Juli 2009 at 9:08 pm

Kita semua tahu, pada masa sekarang kartu menjadi trend tersendiri di masyarakat. Siapa yang punya ‘rentengan’ kartu paling banyak, dialah yang paling stylish, persis dengan demam gaya hidup kepemilikan smartphone paling mutakhir. Mulai dari kartu kredit, kartu debit, kartu diskon supermarket, kartu belanja, kartu keanggotaan klub, kartu asuransi, kartu klinik kesehatan, kartu parkir, sampai dengan kartu keluarga, kartu nikah, kartu tanda penduduk (kartu kavling pemakaman?) menjadi koleksi khalayak awam. “Biar trendi”, kata orang-orang. Namun dibalik fenomena ini, terselip peluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional terutama sektor riil. Bagaimana ceritanya? Uraiannya seperti ini.

Baca entri selengkapnya »