lalangit

Review di Ulang Tahun IDwebhost, Trend Hosting Indonesia

In Kompetisi, Masa on 23 Februari 2011 at 3:55 pm

Sudah hampir dua tahun ini, penulis melakukan hosting website yang penulis kelola (www.kepikemas.com, www.amaryliscollection.com) di IDwebhost. So far, so good lah. Setiap minta bantuan ke customer service via chat YM, selalu direspon dengan tanggap. Untuk urusan billing pun mudah, sebab IDwebhost menyediakan rekening transaksi yang sangat beragam. Urusan promo, jangan tanya lagi. Setiap tahun, pasti ada saja promo yang dilakukan IDwebhost. Sebagai hosting Indonesia, penulis sangat merekomendasikan IDwebhost.

Awalnya penulis kenal IDwebhost atas rekomendasi pengelola situs internet resmi milik kantor. Saran beliau waktu itu, IDwebhost merupakan hosting murah dari sekian yang ada. Akhirnya survei demi survei penulis lakukan, alhasil memang IDwebhost murah terbukti.

Sebagian orang menganggap murah dengan definisi “mendapatkan segalanya dengan harga rendah”. Tapi persepsi ini menurut penulis perlu direvisi. Definisi murah, tidak cukup lagi dilihat dari perbandingan harga dengan fasilitas yang didapat. Jangan lupa, ada nilai kecukupan dan kemubaziran yang perlu dimasukkan sebagai faktor. Maksudnya? Murah itu sebanding dengan kecukupan agar kebutuhan terpenuhi dan persentase kemubaziran yang bisa direduksi. Ukuran untuk hosting website ialah space dan bandwidth.

Kalaupun website yang kita hostingkan masih “mini” dalam hal ukuran dan akses, ya sebaiknya pilihlah paket yang sesuai dan terdapat opsi mudah untuk naik kapasitas. Tidak lupa pula, “naik kelas” pun seharusnya fleksibel, tidak harus di-bundle. Kalau ingin naik kapasitas penyimpanannya, ya cukup kapasitas penyimpanan saja yang dinaikkan. Sebaliknya, jika  kapasitas akses bandwidth yang diperlukan, hal ini saja yang perlu di-upgrade. Dengan demikian, kemubaziran kapasitas (penyimpanan ataupun akses) bisa direduksi.

Prinsip ini yang seharusnya dilihat jika ingin berkata “murah”, bukan dilihat dalam bentuk bundle / paket penawaran saja. Sebab dalam paket penawaran biasanya tersimpan keuntungan tersembunyi dari pemberi penawaran, kebutuhan tidak perlu yang harus kita bayar, dan semacamnya. Ujung-ujungnya kemubaziran, entah kemubaziran pakai lebih-lebih kemubaziran bayar. Intinya memindahkan capex ke opex, get the picture? Penulis nilai, IDwebhost telah membantu pemilik website untuk melakukan ini dengan memecah pilihan paket secara elementer.

Ide lain ialah kemudahan memindahkan atau menggeser kapasitas yang besifat dinamis antar rentang waktu, biasanya terkait dengan akses bandwidth. Sering terjadi pengelola website menghadapi jumlah lonjakan trafik di saat-saat tertentu yang sifatnya dadakan. Hal ini lumrah terjadi ketika konten situs menjadi populer ataupun hasil kegiatan marketing yang telah dilakukan pengelola. Namun, keadaan ini tidak terjadi tiap bulan. Jadi, ada saat peak dan ada saat idle di bulan-bulan tertentu. Kalau misalnya akses bandwidth dihitung berdasarkan rentang waktu yang lebih lama, misalnya 1 tahun, maka pengelola situs tidak perlu khawatir akan terkena limitasi akses bandwidth diakhir bulan yang padat. Sebab kapasitas bandwidth dari bulan berikutnya bisa langsung digeser untuk menutupi kekurangan kapasitas akses bulan berjalan. Situs pun tetap “on”. Di akhir tahun baru hitung-hitungan kekurangan tagihan bila ada. Hal ini semakin mendekati prinsip mereduksi kemubaziran.

Di era Cloud Computing dengan jargon SaaS (Software as a Service) saat ini, tidak mustahil pengelola IDwebhost pun menerapkan kaidah yang sama untuk menghitung billing ke pengelola situs. Bagaimana kalau harian? atau dihitung setahun saja dengan opsi fleksibilitas tambah kapasitas harian, di saat peak access. Tentu layanan IDwebhost menjadi makin menarik… ho ho…

Sekedar saran saja, kedua website yang penulis kelola berada di server berbeda milik IDwebhost. Wajar, sebab tahun hostingnya pun berbeda. Akan tetapi, fasilitas panel untuk keduanya sama sekali berbeda. Sekedar contoh, satu server hosting website penulis terdapat fasilitas Fantastico Deluxe dan fasilitas hosting website satunya lagi berupa Softaculous. Sebenarnya tidak terdapat masalah karena perbedaan tersebut. Hanya saja penulis pikir alangkah baiknya jika diseragamkan saja fasilitasnya dengan yang terbaru, sehingga pengelola website yang melakukan hosting di IDwebhost mendapatkan update-update script atau tool terkini.

But anyway, penulis mengucapkan selamat ultah untuk IDwebhost yang ke-7. Semoga sukses selalu…

haryo indrasmoro signature

Iklan
  1. thanks bro, artikelnya bermanfaat banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: