lalangit

Single Branch Bank Syariah, Wow Dahsyat!!!

In Kompetisi, Rentangan on 29 Juli 2009 at 4:05 pm

Umumnya, dunia perbankan – termasuk perbankan syariah – beroperasi dengan mendirikan satu kantor pusat operasi dan beberapa kantor perwakilan di daerah macam kantor cabang, kantor cabang pembantu, serta unit kerja yang lain. Kalau dihitung-hitung, investasi yang harus ditanamkan untuk unit-unit operasi pastilah membutuhkan dana yang besar. Mulai dari investasi gedung, rekrutmen profesional dan human resource, pengadaan alat-alat kantor, kendaraan dan investasi-investasi lain yang berkorelasi dengan kapasitas unit operasi tersebut. Bisa dibayangkan jatuh hitung-hitungannya akan sangat mahal dan rumit untuk menyusun strategi ekspansi operasi bank. Padahal pemikiran linier umum yang mendasarinya ialah makin banyak pusat-pusat operasi bank di berbagai daerah, makin luas jangkauan dan ragam pelayanan perbankan kepada masyarakat.

Bagaimana caranya kalau ingin mewujudkan bank syariah retail yang butuh satu saja kantor operasi, melayani untuk semua ragam pelayanan bank retail dengan jangkauan ke masyarakat tetap luas? Ide yang menggelitik. Mungkin tidak ya? Jawaban saya: sangat mungkin, tinggal tunggu beberapa tahun lagi bentuk bank seperti ini sebentar lagi akan terwujud, insya Allah. Lho, kok optimis amat? Begini pemikirannya.

Saat ini banyak bank beroperasi dalam menjangkau dan memberikan pelayanan kepada nasabah dengan memanfaatkan jaringan infrastruktur antar bank. Contoh paling umum ialah jaringan ATM. Ambil contoh jaringan ATM Bersama milik Artajasa. Jaringan ini sudah didukung lebih dari 50 bank. Untuk urusan tarik tunai, transfer antar rekening antar bank, info saldo dan lain-lain transaksi sehari-hari, nasabah dimudahkan untuk memanfaatkan jaringan ini. Urusan belanja tinggal gesek di mesin EDC (Electronic Data Capture) yang bertebaran di merchant-merchant.

Trus, gimana dengan urusan setor tunai? Tenang, saat ini beberapa bank syariah sudah menjalin kerjasama operasi dengan institusi lain untuk menyediakan layanan setor-menyetor, ambil contoh kerjasama operasi dengan Pos Indonesia yang memiliki kantor / outlet mencapai lebih dari 3000 di seluruh pelosok dusun Indonesia. Atau, bisa juga bentuk kerjasama dengan minimarket-minimarket macam alfamart, indomart, dan mart-mart yang lain yang saat ini tumbuh bak jamur di musim hujan. Persoalan statement simpanan nasabah bisa dilayani lewat intenet banking, dalam wujud electronic statement yang mendukung gerakan hijau karena menghemat kertas dan BBM saat mengirimkannya ke nasabah, atau nasabahnya cetak sendiri dari fasilitas internet banking. Personal banking, tinggal pilih implementasi penyediaan mobile banking.

Ehm, urusan setor, tarik, belanja, dan transfer sudah beres. Pembiayaan, salurannya lewat apa kalau hanya punya satu kantor operasi? Jika kategorinya Investment Bank tidak masalah, namun urusannya menjadi berbeda kalau yang ingin diwujudkan bank retail. Gampang, tinggal di klasifikasi saja macam pembiayaan yang ingin disodorkan ke nasabah pembiayaan. Pembiayaan konsumsi misal kredit kendaraan, kredit konsumsi elektronik dan sejenisnya bisa lewat saluran kerjasama dengan instiusi pembiayaan non bank seperti Adira Finance, Agis Electronics. Pembiayaan usaha kecil dapat disalurkan lewat BMT-BMT di seluruh pelosok ataupun micro financing institution yang lain. Kalau pembiayaannya besar bisa lewat institusi pembiayaan yang memang menyalurkan untuk pembiayaan besar. Kredit perumahan disalurkan lewat pengembang perumahan yang bekerjasama dengan bank.

Berkat dukungan teknologi, hal ini optimis terwujud dalam waktu dekat. Kita tunggu saja….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: